108 Pelajar SDIT Mutiara Cendekia Wisuda Tahfidz Qur’an

LUBUK LINGGAU – Setidaknya ada 108 pelajar SDIT Mutiara Cendekia mengikuti wisuda Tahfidz Akbar SDIT Mutiara Cendekia angkat ke XIII, Sabtu (3/2/2023).

Kegiatan yang mengangkat tema “Membentuk Generasi Qur’ani dan berakhlak Karimah di era 5.0” tersebut dihadiri Pembina Yayasan Pendidikan dan Dakwah Pelita Taqwa Ir. H. Firdaus Aziz MM, Ketua Yayasan Pendidikan dan Dakwah Pelita Taqwa Hj. Med. Vet. Retno Trapsilowati MM, Direktur Pendidikan SIT Mutiara Cendekia, Dr. Umar Diharja SP. MAP.

Kemudian, Pembina Yayasan Pendidikan dan Dakwah Pelita Taqwa H. Drh. Gunjal Ritonga M.Si, Bendahara Yayasan Pendidikan dan Dakwah Pelita Taqwa Hj. Drh. Adila Widya Ratih, M. Si, Sekretaris Yayasan Isnaeni Machrawinayu S.Pt. M.Si, Pengawas Yayasan Dendi Hartansyah, S.E dan Dr. Fitria Koeshardani SPOG, Kepala PAUD IT Mutiara Cendekia, SMPIT Mutiara Cendekia, Kepala SDIT Mutiara Cendekia, guru, wali murid beserta beberapa tamu lainnya.


Direktur Pendidikan SIT Mutiara Cendekia, Dr. Umar Diharja SP. MAP mengatakan 108 anak didiknya tersebut dinyatakan lulus satu juz, dua juz bahkan ada yang tiga juz. Dan Wisuda tahfiz sendiri, dilaksanakan setiap tahunnya dan merupakan agenda rutin.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Terimakasih pada orang tua serta tamu yang hadir, dan selamat untuk anak-anak yang diwisuda,”ungkap Dr. Umar.

Lebih lanjut, Dr Umar menjelaskan ada tahapan yang diikuti anak didiknya sehingga bisa dinyatakan lulus. Mulai dari dibimbing oleh guru yang hafidz Qur’an untuk menghafal Al-Qur’an seperti juz 30, juz 28 dan juz 29. Kemudian mengikuti ujian terkait kelancaran hafalannya oleh kepala divisi beserta guru pembimbing.

“Jadi banyak tahapan yang diikuti anak-anak sebelum mengikuti wisuda hari ini. Mereka ini juga tidak hanya munaqosah Tahfidz saja, namun juga munaqosah tilawah baik dari tajwid, bacaannya dan gharib yang di tes langsung oleh Wafa pusat di Surabaya.”ungkapnya.

Sesuai tema yang diangkat, ia mengharapkan anak didiknya bisa menjadi generasi yang qurani serta berakhlak mulia di era 5.0.

Dikatakan ia, bukan tanpa sebab mereka mengangkat tema tersebut. Karena diera yang semakin modern ini, pihaknya tidak hanya mendidik cerdas secara intelektual tapi juga secara religius.

“Kami harapan kan , anak-anak para penghafal Quran ini betul-betul kita siapkan pondasi agamanya, sehingga
dapat menjadikan generasi yang memang tahu bagaimana mencintai dan memahami tuhannya yang mereka percayai.”jelas Dr. Umar

Dr. Umar juga berpesan pada anak didiknya bahwa ini merupakan langkah awal bagi anak-anak agar terus meningkatkan dan menghafal Al-Qur’an. Apalagi, ini sangat luar biasa manfaat dan syafaat yang akan di dapat baik itu bagi diri sendiri maupun orang tua.
“Harapan saya, anak-anak bukan hanya sekedar menghafal tapi juga mengamalkan apa itu yang terkandung di dalam Alquran,”harapnya. (Nyt)

error: fuck you not copy!!!