Linggau Mengaji : Terimakasih untuk Ustadz Khalid Basalamah dan Pemerintah Kota Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU- Atas pertolongan Allah dan kemudian dukungan berupa do’a tulus dari kaum muslimin sekalian, tiga sesi agenda Tabligh Akbar Ustadz Khalid Basalamah hafizhahullah di masjid Raudhatul Jannah kota Lubuklinggau telah terlaksana dengan baik dan lancar tanpa ada satu halangan pun.

“Masyaa allah, begitu antusias jema’ah mengikuti kajian beliau, para jema’ah tidak hanya dari warga masyarakat kota Lubuklinggau saja. Melainkan, dari beberapa daerah di Sumbagsel dan beberapa kota besar di indonesia di antaranya Medan, Pekanbaru, Padang, Jakarta dan lainnya,”ungkap Abu faiz perwakilan Linggau mengaji.

Dirinya juga mengaku, sangat bersyukur fasilitas masjid, tenda dan parkiran yang telah mereka siapkan bisa mencukupi kebutuhan jema’ah yang hadir. Di mana pada 3 sesi kajiannya tidak kurang 5000 orang jema’ah yang hadir.

Lebih lanjut, dirinya menceritakan pada Sabtu (1/10/2022) setelah kajian sesi II, Ustadz Khalid Basalamah, Pimpinan RS Ar Bunda bersama Tim LinggauMengaji dijamu makan siang oleh DKM Masjid Agung As-Salam Kota Lubuklinggau.

Pada kesempatan tersebut, DKM masjid Agung As-salam juga mengundang Wawako, Kapolres, Bapak Dandim 406, Pimpinan RS Ar Bunda. Namun, di waktu yang sama Wawako masih menghadiri undangan hajatan dari keluarganya. Sementara dari Polres Lubuklinggau diwakili oleh Wakapolres dan Dandim 406 masih berada di Palembang. Hadir juga Sekda, Kabag Kesra dan Kasat Intel dan beberapa anggotanya.

Setelah menyelesaikan jamuan makan siang itu, sebagai penutupnya Ketua umum masjid Agung As-salam Ibnu Amin mengajak Ustadz Khalid melihat Masjid Agung As-Salam dan Taman Kurma. Pertemuan tersebut diakhiri dengan pemberian cendramata kepada Ustadz Khalid Basalamah dari Wawako dan Ketua Umum masjid Agung Salam berupa akat, Batik Duren dan Kopi khas Lubuklinggau.

Diwaktu yang sama, di sesi ke III mulai ba’da magrib hingga selesai Wawako, Sekda, Wakapolres dan pemilik RS Ar Bunda menyempatkan diri hadir pada kajian tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Khalid Basalamah mengenakan pakaian adat Lubuklinggau berupa setelan koko melayu berwarna kuning, memakai tanjak dan kain balutan celana dengan bahan batik duren. Dan hal ini menampik tuduhan bahwasanya dakwah sunnah, adalah dakwah yang anti dengan adat budaya (dengan catatan asal tidak bertentangan dengan syariat Allah).

“Kami dan Ustadz Khalid Basalamah memberikan bingkisan ucapan terimakasih kepada Wawako, Sekda, RS Ar Bunda dan Wakapolres atas support yang telah diberikan dalam pelaksanaan Tabligh Akbar Ustadz Khalid Basalamah dimasjid Raudhatul Jannah Lubuklinggau.”ucapnya.

Dihari berikutnya, Minggu (2/10/2022) dilaksanakan rangkaian acara peresmian masjid Raudhatul Jannah berupa
kajian anak dengan Ka’ Muslim, sunat massal dan donor darah. Sekaligus peresmian Masjid Raudhatul Jannah Lubuklinggau yang langsung ditangani oleh Wawako dan Ustadz Khalid Basalamah yang juga dihadiri Ketua DPRD.
“Terima kasih kepada Ustadz Khalid Basalamah dan Wawako yang telah berkenan hadir mewakili Bapak Walikota meresmikan masjid Raudhatul Jannah Kota Lubuklinggau.”katanya.

Ucapan terimakasih, juga disampaikan kepada pemerintah kota Lubuklinggau, Polres Kota Lubuk, Kodim 0406, RS Ar Bunda dan semua pihak yang telah mendukung mereka dalam pelaksanaan tersebut. Tidak lupa kepada para muhsinin dan segenap panitia yang telah menginfakkan segenap harta, usaha dan kemampuannya demi suksesnya pelaksanaan acara Tabligh Akbar Ustadz Khalid Basalamah.

“Semoga harta, pikiran dan tenaga yang telah dikeluarkan berbuah pahala jariah disisi Allah ‘Azzawajalla. Dan semoga Allah pertemukan kita semua di jannahNya.Aamiin,”harapnya.

Terakhir, Jazakumullah khoiron Ustadz Khalid Basalamah beserta Tim Official KHB atas waktu kesempatan dan faedah ilmu yang telah diberikan kepada kami ikhwah Lubuklinggau dan para jema’ah yang hadir, semoga Ustadz dan keluarga selalu dalam penjagaan Allah ‘Azzawajalla.

Dan semoga Allah berikan kemudahan kepada Ustadz untuk dapat kembali bersafar ke kota lubuklinggau di kesempatan yang lain.

“Kami juga mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila, ada kata kata dan sikap kami yang kurang berkenan di hati Ustadz selama pelaksanaan Tabligh Akbar di kota Lubuklinggau. Mohon berkenan, untuk memberikan evaluasi dan masukan agar kami tim LinggauMengaji bisa lebih baik lagi dalam khidmat kami untuk dakwah Ilallah.”tutupnya.(rls/nyt)