453 Santriwan-Santriwati Ikut Munaqosyah

LUBUKLINGGAU-Setidaknya ada 453 Santriwan-Santriwati dilingkungan LPPTKA BKPRMI Kota Lubuklinggau mengikuti munaqosyah, Sabtu (30/10).

Ketua DPD BKPRMI Kota Lubuklinggau, H.Hasbi Mustofa menyampaikan 453 santri yang ikut Munaqosah tersebut terdiri dari TKA/TPA/TQA yang ada di Kota Lubuklinggau. Kemudian untuk tim pengujinya ada 21 orang, masing-masing dari dewan hakim STQ dan MTQ, qori dan qori’ah terbaik Kota Lubuklinggau serta dari DPD BKPRMI.

” Munaqosyah ini dilakukan sebagai uji coba hasil belajar mengajar selama satu tahun. Dan bagi yang lulus akan diikut serta dalam wisuda akbar pada Desember ini,”ungkap H.Hasbi Mustofa.

Dirinya menyampaikan,  kegiatan Munaqosyah ini berlangsung selama dua hari. Ia juga mengatakan DPD BKPRMI sudah lama tidak melaksanakan munaqosyah, terakhir dilaksanakan tahun 2016.
“Sekarang tahun 2021, berarti sudah lima tahun Munaqosah tidak dilaksanakan. Kedepannya, munaqosyah dan wisuda ini akan kita laksanakan setiap tahun, jadi santri harus ditingkatkan lagi kualitas,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Lubuklinggau diwakili Kepala Bagian (Kabag) Kesra, Tarmizi Taufik membuka langsung kegiatan Munaqosah Santriwan-Santriwati LPPTKA BKPRMI Kota Lubuklinggau Tahun Ajaran 2020/2021 di Masjid Agung As-Salam tersebut.

Dikatakannya, Pemkot Lubuklinggau sangat berterima kasih kepada para tenaga pengajar yang sudah mengajar anak-anak sehingga bisa membaca Al-Quran. Ia juga berpesan pada santriwan- santriwati, agar jangan sampai hanya sebatas bisa membaca Al-Quran saja tetapi harus diamalkan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada prinsipnya batin kita bersih, tetapi kelakuan kita lah yang membuatnya ternoda. Maka dengan Al-Quran bila kita melenceng akan kembali baik,” ujarnya

Dikatakan pula handphone pada zaman sekarang dapat membuat moral anak-anak berkurang, tetapi tidak memiliki handphone kita tidak bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

“Jadi, biar sejalan maka anak-anak harus dibentengi dengan Al-Quran agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif dari keberadaan handphone tersebut,” jelasnya.

Dirinya juga berharap, dengan adanya kegiatan Munaqosyah ini dapat menciptakan generasi yang memahami Al-Quran sehingga tujuan Indonesia maju bisa tercapai. (Nyt)