Amin : Pemuda Mesti Bergerak, Berpikir Kreatif dan Action

*Peringatan Hari Sumpah Pemuda

MUSI RAWAS – Makna Sumpah Pemuda memiliki arti mendalam bagi sejarah bangsa. Isi Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada 28 Oktober 1928 ialah ikrar bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu, Indonesia.

Diperingatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2021 ini, ada hal penting perlu menjadi pedoman para pemuda untuk dapat terus maju menjadi garda terdepan dalam memajukan daerah berbangsa dan bernegara.

Seperti diungkapkan Ketua Karang Taruna Kabupaten Musi Rawas, Moch Al Amin ketika diwawancarai Bintanginformasi.co.id, Kamis (28/10/2021).

Menurut Amin, pemuda kedepan mesti aktif dan berpikir kreatif. Hal ini jika dengan melihat perkembangan zaman di era 4.0.

Peluang sukses dan dapat ikut berperan serta dalam berbangsa dan bernegara tidak serta merta dapat diukur dari setinggi apa dalam mengenyam pendidikan. Bukan berarti tidak mesti sekolah. Namun ditengah era teknologi yang begitu cepat perkembangannya. Aktif dan kreatif lah yang menjadi hal penting untuk mencapai kesuksesan.

“Kita bisa lihat loh, berapa banyak yang sukses menjadi konten kreator, youtuber, instagram, programer, gamer, semua nya karena kreatifitas dan tekun dalam menjalani bidang-bidang itu, kita juga bisa seperti itu, tapi ya memang kita harus kreatif,dan bersungguh sungguh,”jelas Amin.

Menurutnya, dengan hasil karya yang dihasilkan dan memberikan dampak positif, secara tidak langsung, akan mengangkat nama baik daerah bahkan negara dalam kancah dunia.

“Tapi memang karya dihasilkan, memberikan hasil positif bukan negatif,” akunya.

Pemuda saat ini, mesti dapat melihat peluang secara detail dan cepat, karena persaingan antar sesama untuk mencapai kesuksesan bukan hal mudah. Oleh karena nya, perlu juga pengolahan mental yang kuat. Tidak mudah putus asa dan mengeluh.

Khusus pemuda di Musi Rawas, Amin mengakui, memiliki potensi besar menjadi orang-orang hebat dimasa akan datang. Ia melihat dalam skala kecil, di Karang Taruna yang ia pimpin. Dimana para pemuda/pemudinya dari lapisan masyarakat berbeda, suku dan agama berbeda namun semua nya dapat menyatu, kompak dan memiliki kreatifitas masing-masing.

“Saya ambil contoh dalam skala kecil ya, di pengurusan Karang Taruna sendiri, para pengurus terdiri dari berbagai desa, bisa kompak, memiliki gagasan, dan rasa sosial yang tinggi dan sikap-sikap seperti ini bisa menjadi modal awal untuk turut serta dalam membangun daerah,”jelas Amin.

Untuk itu Amin berharap, peringatan hari sumpah pemuda, tidak hanya menjadi agenda tahunan dalam kalender, namun dapat diambil makna lebih dalam bagi para pemuda, bahwa pemuda dituntut tidak hanya berdiam diri,tapi mesti bergerak, berpikir dan action.

“Era saat ini menuntut kita tidak hanya menunggu, namun mesti dikejar, cara nya ya itu tadi, aktif dan kreatif, kalau tidak, maka kita harus siap siap dilindas perkembangan zaman itu sendiri,” tegasnya. (eju)