Dengan Sistem Ganjil Genap, PAS Mandali Berjalan Lancar

LUBUKLINGGAU-Dari 29 November hingga 9 Desember 2021, pelajar kelas X, XI dan XII MAN 2 Lubuklinggau (Mandali) mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2021/2022 .

Pelaksanaan PAS tetap menerapkan pada protokol kesehatan (prokes) secara ketat yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.

Pelaksanaan PAS ini juga di Monitoring dan Evaluasi (Monev) oleh Tim Bidang Pendidikan Madrasah, Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag Sumsel, Istiqomah Dian. Dirinya melakukan pengawasan langsung ke kelas-kelas dengan didampingi oleh Kepala Mandali Saipul, beserta Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Joharudin.

Pelaksanaan Monev ini, bertujuan untuk memastikan pelaksanaan PAS yang diselenggarakan oleh Madrasah Aliyah Negeri 2 Lubuklinggau dapat terlaksana sesuai dengan tujuan diadakannya PAS tersebut.

Beberapa aspek instrumen pemantauan pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan PAS ganjil antara lain ada/tidak SK Panitia Penyelenggaraan PAS, ada/tidak persiapan yang dilakukan, berapa banyak jumlah siswa yg mengikuti PAS, berapa ruangan yang disediakan untuk penyelenggaraan PAS, ada/tidak Tata Tertib Penyelenggaraan PAS, dan lain sebagainya.

Kepala MAN 2 Lubuklinggau Saipul menyampaikan sebanyak 889 pelajarnya mengikuti PAS. Pelaksanaan nya terbagi menjadi dua sesi,dengan sistem ganjil dan genap dimana jumlah peserta ujian 50%.

Lanjutnya, sesi pertama dimulai pada pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB.Sedangkan sesi kedua pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB.

“Ujian ini dilaksanakan secara luring, namun untuk pengisian soal tetap menggunakan sistem daring yakni menggunakan aplikasi google form. Hal ini mengingat, karena masih berlakunya PKKM level 2 di Lubuklinggau sehingga penerapan PTM masih diberlakukan” jelasnya.

Kemudian, Saipul menjelaskan PAS merupakan tahap akhir dalam menyelesaikan proses pembelajaran selama satu semester di jenjang kelas yang sedang diduduki dalam satu semester.

Ini diselenggarakan dalam rangka mengetahui hasil kegiatan belajar siswa selama satu semester ganjil yakni enam bulan. Penilaian juga bertujuan untuk mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami siswa di Mandali.
“Semoga para pelajar, bisa memperoleh hasil maksimal seperti yang diharapkan,”harapnya.

Kemudian, Waka Akademik Kartini menambahkan pelaksanaan PAS di madrasah saat ini telah berjalan baik, lancar dan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan dalam penilaian semester, terutama dalam hal ketuntasan belajar setiap siswa harus mencapai nilai KKM. Hal ini sangat penting diperhatikan oleh siswa, karena nilai semester ganjil tidak boleh ada yang tidak tuntas.

“Hasil penilaian ulangan semester ganjil dihitung bersama dengan nilai ulangan harian dan tugas untuk menentukan nilai kognitif. Sedangkan nilai afektif dan psikomotor menggunakan kriteria tersendiri sesuai kebijakan guru bidang study masing-masing,”tutupnya. (Nyt)