Desa Bangun Rejo Didaulat Jadi Desa Cinta Kerukunan

MUSI RAWAS- Sacara resmi, Desa Bangun Rejo Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musi Rawas (Mura), telah di deklarasi sebagai Desa Cinta Kerukunan (Desa Taruna) Kabupaten Mura, Rabu (6/10/2021).

Didaulatnya Desa Bangun Rejo tersebut, lantaran kerukunan antar umat mulai dari Islam, Hindu, Budha, Kristen dan Kayolik yang terjalin dengan baik. Bahkan, penganut lima agama tersebut semuanya ada di Desa Bangun Rejo.

Wakil Bupati Musi Rawas (Wabup Mura), Hj Suwarti mengatakan,ini hari sangat luar biasa, karena bisa mengumpulkan lima agama sekaligus yang semuanya terdapat di Desa Bangun Rejo.

“Kita selalu hidup rukun damai dan tidak ada dinding pemisah antara satu agama dengan agama lainnya. Hal ini sudah terjadi di Desa Bangun Rejo. Berdasarkan itu, Desa Bangun Rejo didaulat sebagai Desa Taruna,” kata Wabup.

Suwarti berharap, Desa Bangun Rejo mampu menjadi contoh sebagai Desa Taruna untuk desa lainnya. Sehingga kerukunan umat beragama terjalin dengan baik dan konflik agama dapat terhindar.

“Jangan sampai perbedaan dan keyakinan menjadi penyebab kerusakan persatuan dan kesatuan antar umat beragama. Saya yakin di Kabupaten Mura ini bisa menjaga kerukunan,” tegas Wabup.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Mura, H Hermadi mengatakan, kegiatan ini menjadi sejarah yang luar biasa yang terjadi di Kabupaten. Sehingga, menjadi tangung jawab bersama merawat dan menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Ini bukan tugas yang mudah, bukan tugas yang gampang. Banyak persoalan yang harus kita selesaikan untuk menjaga kerukunanan umat beragama. Kepada para tokoh agama, harus menjadi teladan masyarakat,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mura, KH Misbahul Arifin mengatakan, kegiatan ini sebagai pertama di Kabupaten Mura. Diharapkan kegiatan ini bisa menginspirasi Desa lainnya.

“Kami seluruh anggota FKUB Mura siap untuk tetap menjaga Kabupaten Mura sebagai daerah zero konflik agama dan kita semua sudah siap dan sudah berulang kali menyelesiakan persoalan terkait agama,” tutupnya. (ok)