Ketua Parpol Banyak Tidak Hadir, Komunikasi Politik Yopi Karim Dipertanyakan

LUBUKLINGGAU – Sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Lubuklinggau, H Rachmat Hidayat digadang-gadangkan sebagai salah satu Kandidat Calon Walikota terkuat.

Meskipun begitu, saat acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H dan Pelantikan Pengurus Majelis Taklim Al Karim dalam rangka Memperingati HUT Partai Nasdem Ke 10, Kemarin (11/11/21). Tidak nampak para Ketua partai politik yang hadir di tengah kemeriahan itu.

Menjadi pertanyaan, apakah tidak diundang, atau kurangnya komunikasi politik H Rachmat Hidayat (Yopi Karim) dengan para Ketua Parpol. Sementara, untuk melangkah menuju pencalonan, perlunya sinergitas dengan Parpol lainnya.

Ketika ditanya perihal ini, Yopi Karim mengatakan semua Ketua Parpol sudah diundang. “Tadi yang sempat hadir, Hanura, Demokrat, Golkar hadir juga perwakilannya, mungkin kebanyakan Ketua parpol anggota dewan, mungkin lagi dinas luar (DL),” jelas Yopi.

Bagaimana sinergitas dengan parpol lain? Yopi mengaku tetap berjalan baik. Meskipun mereka memiliki strategi masing-masing dalam pemetaan untuk 2024,dirinya tetap menjaga silaturahmi.

Ia menegaskan, selalu membuka diri untuk komunikasi dengan partai politik, karena politik bersifat dinamis.

“Kita tidak bisa berdiri sendiri, walaupun kita mencapai target meraih 6 kursi dan bisa mengusung sendiri, tapi kita tetap berkoalisi dengan partai lainnya,” akunya.

Tidak hanya maju sebagai Walikota, informasi berkembang, Yopi siap bakal menjadi wakil jika digandeng dengan beberapa tokoh ternama di Lubuklinggau. Ditanya hal ini, Yopi mengaku setiap orang ingin maju sebagai Walikota, kalaupun untuk diwakil dirinya pun siap. “Yang penting, fleksibel, dinamis dan tujuannya menang,” pungkasnya

DPD Partai Nasdem di Pileg mendatang, menargetkan 6 Kursi. Dari empat Dapil, hanya dapil Lubuklinggau selatan ditargetkan dapat 1 Kursi, lainnya 2 Kursi.

Ketika ditanya, jika target tidak tercapai apakah bakal batal maju pencalonan. Dengan tegas Yopi mengaku target minimalnya mempertahankan jumlah kursi seperti sekarang (3 Kursi).

“Kalaupun 3 kursi nya turun, ya berarti tidak ada kemajuan selama saya menjadi Ketua partai nasdem, dan ini jadi salah satu faktor,”pungkasnya.(eju)