Komentar Walikota Lubuklinggau Terkait Kelangkaan Oksigen

LUBUKLINGGAU – Perihal persoalan kekurangan oksigen yang dialami rumah sakit, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe angkat bicara.

Kepada Bintang Informasi, Walikota menjelaskan, dirinya mengakui kalau memang kondisinya terjadi seperti ini. Dikarenakan orang terpapar corona sangat banyak dan tentunya membutuhkan oksigen.

Nanan menuturkan saat ini semua rumah sakit di Linggau berpacu untuk mendapatkan oksigen. Bahkan bukan hanya rumah sakit, tetapi juga pasien-pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman).

“Kejadian ini sudah berlangsung 3 minggu dan perlu dipahami bahwa keterbatasan oksigen tidak hanya di Linggau, tapi hampir di seluruh Indonesia, sekarang yang terjadi kelangkaan di wilayah sumatera,”jelas Walikota.

Menurutnya, masyarakat mesti bersyukur karena Gubernur sudah menyediakan oksigen di Pusri. Tetapi untuk mendapatkannya, Pemkot terbatas dengan jumlah tabung dan mesti antri karena Bengkulu dan Lampung ikut mengambil di Pusri.

Suami Yetti Oktarina ini mengakui kejadian yang terjadi di rumah sakit di saat darurat seperti ini memang banyak kendala seperti SDM di rumah sakit, dan keterbatasan prasarana sarana rumah sakit.

“Tapi kita berupaya mencari solusi, yakni tetap fokus menjaga pasokan oksigen baik dari Pusri maunya mengambil Liquit bahan untuk membuat oksigen yang diambil dari Dumai Riau,”bebernya.

Nanan optimis, jikalau tidak terjadi lonjakan kasus konfirmasi (orang terpapar) covid-19, kedepan masalah oksigen bisa terkendali.

Ia menambahkan, RS Siti Aisyah memang di khususkan untuk covid, sehingga pelayanan pasien umum banyak terganggu. Seperti pasien cuci darah dan lain-lain.

Saat ini Pemkot, sudah berusaha untuk menjadikan RS Petanang menjadi RS khusus Covid, sehingga pelayanan pasien umum diluar covid bisa juga dilayani dengan optimal.

“Kalaupun nanti kasus covid-19 menurun, kita tetap fokus untuk penyelesaian RS Petanang, karena seperti yang disampaikan Presiden, kalau covid-19 ini tidak selesai hanya dengan varian delta saja, kemungkinan akan ada varian- varian baru nantinya,”jelas Walikota. (01)