Partai Golkar Mura Buka Ruang Komunikasi Positif Bagi Insan Pers

*Gelar Buka Bersama dan Diskusi Publik

MUSI RAWAS – Partai Golkar Kabupaten MusI Rawas melalui Badan Pengendalian dan Pemenangan Pemilu (BAPPILU) Partai Golkar Mura menggelar buka bersama dengan insan pers.

Acara berlangsung di WE Hotel tersebut dihadiri Ketua Partai Golkar Mura Firdaus Cik Olah, Pengamat Politik, Eka Rahman, KPU Mura , Syarifuddin, Bawaslu Mura Oktureni Sandra Kirana, Ketua PWI Lubuklinggau Endang Kusnadi, Ketua PWI Muratara Marwan Azhari,  Ketua Bappilu Golkar Mura diwakili Sekretaris Landi Markus.

Selain Buka bersama, terlebih dahulu dilaksanakan Diskusi Publik dengan tema “Menakar kesiapan penyelenggaraan dan potensi masalah pemilu dan Pilkada serentak 2024 di Musi Rawas”.

Ketua DPD Partai Golkar Mura Firdaus Cik Olah dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran para insan pers dalam rangka mempererat tali silaturahmi.

Secara ringkas Firdaus mengaku, bahwa partai Golkar Mura siap menghadapi pemilu 2024. Dirinya pun membantah bahwa Partai Golkar merupakan salah satu tersangka yang mendukung penundaan pemilu 2024.

Menurutnya penundaan pemilu merupakan keinginan dari pelaku usaha bukan inisiasi Partai Golkar.

“Saya kurang setuju juga kalau partai kami dikatakan sebagai salah satu tersangka yang mendukung penundaan pemilu, namun sekarangkan sudah jelas, presiden pun sudah menginginkan pemilu tetap dilaksanakan tahun 2024,” ujarnya.

Dalam penjelasannya, komisioner KPU Mura Syarifuddin menjelaskan bahwa mereka telah menyepakati pemilu dilaksanakan tahun 2024.
Dimana pemilihan legislatif dan (Pileg) 14 Februari 2024 kemudian Pilkada 27 November 2024.

Sejauh ini, lanjut Syarifuddin pihak KPU sudah menyiapkan diri sesuai tahapan. Saat ini KPU sudah merancang 8 PKPU. Selain itu, ada 75 partai politik yang bisa mendaftar sebagai peserta pemilu 2024 namun akan dilakukan verifikasi faktual. Hanya ada 9 partai yang tidak mengikuti verifikasi sesuai dengan keputusan Kemenkumham.

Kemudian, Ketua Bawaslu Mura, Oktureni Sandra Kirana mengatakan suksesi pemilu ada beberapa faktor seperti penyelenggara itu sendiri dan aturan hukum.

Reni mengakui bahwa pemilu 2024 akan menjadi tantangan besar, hal itu melihat bagaimana situasi pemilu sebelumnya, ada korban jiwa. Akan tetapi Bawaslu memastikan siap melaksanakan pemilu 2024.

Dalam kesempatan ini, Reni mengaku bahwa suksesi pemilu ada peran dari dukungan masyarakat. Dirinya juga tegas Bawaslu siap melakukan pengawasan proses secara aktif bagi yang menghambat pemilu 2024.

Sementara itu pengamat politik, Eka Rahman mengaku kegiatan ini merupakan kegiatan positif dikarenakan Partai Golkar menetralisir pemahaman publik bahwa golkar adalah parpol pendukung penundaan pemilu. Dengan hal ini praktis partai Golkar on the track bahwa patuh terhadap amanat konstitusi bahwa pemilu setiap 5 tahun sekali.

Kemudian di tingkat lokal, baru parpol ini yang mendiskusikan secara terbuka kesiapan penyelenggara (KPU/Bawaslu) tentang persiapan pemilu di daerah pasca kepastian jadwal pemilu serentak 2024.

“Membuka ruang komunikasi 2 arah dengan para jurnalis sebagai pilar ke-4 demokrasi, bahwa pers juga punya ruang yang penting dalam proses kontestasi pemilu,” pungkasnya. (BI)