Pasar Metau Potensi Jadi Icon di Musi Rawas

MUSI RAWAS- Gedung Pasar Metau Musi Rawas Mantab di Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Mura telah selesai dibangun. Hanya saja, untuk penggunaannya masih belum dipastikan, sebab pembangunan menggunakan dana Bantuan Gubernur (Bangub) Sumatera Selatan (Sumsel).

Bangunan yang berdiri megah tepat di pinggir jalan lintas tersebut, berpotensi menjadi salah satu icon Kabupaten Mura. Pasalnya, akses tersebut merupakan satu-satunya akses untuk daerah tetangga, seperti Kabupaten Empat Lawang dan juga Palembang.

Meskipun dibangun dengan dana Bangub, namun hal tersebut tidak lepas dari Pemerintah Kabupaten Mura dibawah kepemimpinan Hj Ratna Machmud dan Hj Suwarti, yang akan mulai memenuhi sarana dan prasarana umum di Ibukota Kabupaten Mura, disamping juga ada pembangunan Rumah Sakit Muara Beliti.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mura, Warindi melalui Kabid Industri, Handika mengatakan, untuk pembangunan Gedung Pasar Metau sendiri sudah rampung 100 persen. Namun untuk pemanfaatannya belum dipastikan, karena masih menunggu petunjuk dari Gubernur Sumsel.

“Pasar itukan dibangun pakai dana Bangub, kita tunggu petunjuknya dulu dari Provinsi. Karena, kemungkinan akan diresmikan oleh Gubernur Sumsel, H Herman Deru,” kata Handika, Kamis (03/02/2022).

Untuk antisipasi lanjut dia, pihaknya sudah melakukan pendataan baik KTP maupun orang-orang dan juga pedagang. Hanya saja, mengingat keterbatasan kios yang ada, maka akan diutamakan bagi pedagang yang kini berjualan dibagian depan atau pinggir jalan.

“Di gedung itu, hanya ada 20 kios terdiri dari lapak basah sebanyak 12 kios dan sisanya kios kering. Kemungkinan ada kekurangan, tapi kita utamakan yang didepan, mereka membongkar secara sukarela,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, bahwa kedepannya akan ada pengembangan lanjutan baik untuk penambahan kios, pembangunan kantor dan juga areal parkir serta fasilitas penunjang lainnya.

“Kita yakin, pasar ini bisa menjadi icon di Kabupaten Mura,” pungkasnya. (bi)