Pemberian Makan Tambahan Cara Efektif Turunkan Stunting

*Mendes PDTT: H. A. Halim Iskandar

MUSI RAWAS- Pelaksanaan aksi 7 konvergensi Stunting di Kabupaten Mura yang disiapkan di Desa E Wonokerto mendapat apresiasi langsung dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), H. A. Halim Iskandar.

Apresiasi tersebut ditunjukan dengan datang dan melihat langsung aksi 7 konvergensi Stunting dengan memberikan makanan tambahan roti dan susu makan bersama anak-anak yang dikategorikan stunting di Kecamatan Tugumulyo dan makan bersama dengan balita stunting.

Aksi tersebut dilakukan juga untuk menyambut kunjungan kerja (Kunker) Mendes PDTT RI, H. A. Halim Iskandar di Desa E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Mura, Sebtu (13/11/2021).

Mendampingi Mendes PDTT RI, yakni Bupati Mura, Hj Ratna Machmud Ketua Tim Penggerak PKK, H Riza Novianto Gustam, Plt Kepala Dinkes Mura, Nanti Kasih dan Kepala Desa Wonokerto, Hermanto.

Mendes PDTT RI, H Abdul Halim Iskandar juga menyampaikan, makan makanan yang terbuat dari bahan lokal dan memiliki nilai gizi yang baik, sehingga sangat efektif untuk penurunan angka Stunting di desa-desa.

“Pemberian makanan tambahan untuk penurunan stunting yang dilaksanakan di Desa E Wonokerto. Ini luar biasa. Karena semuanya sangat bergizi dan efektif untuk penurunan stunting di Desa-desa,” kata Abdul Halim Iskandar, disela makan bersamanya bersana anak-anak.

Dia juga mengajak untuk sahabat di Desa-desa agar terus menggalakkan untuk melakukan pemberian makanan tambahan kepada anak dalam rangka penurunan angka stunting.

“Apalagi Presiden RI, Joko Widodo mentargetkan, di 2024 angka stunting di Indonesia tidak boleh diatas 14 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mura, Nanti Kasih mengucapkan terimakasih kepada Mentri Desa PDTT RI, H. A. Halim Iskandar yang menyempatkan diri untuk melihat aksi 7 dari konvergensi Stunting.

“Disini kami mengajak anak-anak yang digolongkan stunting dengan makan makanan yang bergizi yang terbuat dari vahan lokal yang sehat. Alhamdulillah, angka stunting di Kabupaten Mura terus berkurang,” pungkasnya. (Ok)