Penemuan Penderita TB Masih Rendah

MUSI RAWAS- Lantaran tidak semua masyarakat mau memeriksakan dahaknya, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas kesulitan dalam penemuan kasus Tuberculosis (TB).

Padahal, saat ini Kabupaten Mura ditargetkan harus menemukan kasus TB dengan perbandingan 130/100.000 penduduk atau sekitar 800 kasus. Namun, baru tercapai 47 persen saja atau sekitar 450 orang dengan penderita TB.

“Penyakit ini bis diketahui dari hasil pemeriksaan dahak di laboratorium. Tapi dilapangan, kesulitan kita adalah tidak semua orang mau memeriksakan dahaknya ke petugas kesehatan,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Edwar.

Kendala tersebut semakin dirasakan pihaknya, dengan kondisi pendemi Covid-19 yang tak kunjung selesai. Sebab pelayanan kesehatan terbatas dan masyarakat juga semakin sungkan datang ke pusat pelayanan kesehatan, karena khawatir tertular Covid-19.

Padahal lanjut dia, para penderitaan TB ini harus diobati dengan baik dan bahkan harus makan obat secara teratur selama 6 bulan tanpa henti. Jika tidak, maka akan semakin parah dan mengarah ke Multidrug Resistance Tuberculosis (TB MDR).

“Ini virusnya lebih bandel, kalau tidak ditangani dengan baik akan lebih parah. Sekarang di Mura sudah ada 8 pasien yang menderita TB MDR,” jelasnya.

Untuk itu, dihimbau kepada semua orang yang merasa memiliki gejala TB, agar jangan segan datang ke Puskesmas dan melakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya dahaknya.

“Sampaikan dahaknya ke petugas kesehatan. Karena di Kabupaten amura sendiri sudah ada alat laboratorium yang canggih untuk pemeriksaan dahak. Alat itu ada di Rumah Sakut Dr.Sobirin, Puskesmas Muara Beliti, Nawangsasi dan Puskesmas Muara Lakitan,” tegasnya. (Ok)