Ratusan Anak Didik Raudhatul Athfal Ikut Manasik Haji

*Rugi Jika Tidak Sekolah di RA

LUBUKLINGGAU – Ratusan anak-anak Raudhatul Athfal (RA) Kota Lubuklinggau mengikuti kegiatan manasik haji, di Gedung Olahraga (GOR) Kota Lubuklinggau, Kamis (24/2/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kementrian Agama Lubuklinggau H. Abdul Harris Putra yang langsung membuka kegiatan sekaligus melepas anak-anak yang mengikuti simulasi Manasik Haji didampingi Kasi Pendidikan Madrasah, Habibullah.

Kakankemenag Lubuklinggau H. Abdul Harris Putra sangat mengapresiasi untuk kegiatan manasik haji yang dilaksanakan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Lubuklinggau.

Karena, lanjutnya kegiatan tersebut merupakan pembelajaran dini yang sangat baik dan harus dibiasakan agar anak senantiasa mengenang dan mencintai ajaran Islam, sebab hal itu termasuk dalam rukun Islam ke lima, yakni menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

“Dengan mengikuti ini juga dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan anak-anak, yang pada akhirnya nanti betul-betul bisa berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji,”ungkap Harris (sapaanya, red).

Dalam kegiatan tersebut,orangtua ikut serta mendampingi anak-anak nya.

Harris juga mengajak orangtua untuk menyekolahkan anaknya di RA. Kalau tidak memilih RA akan rugi, karena pendidikan di RA itu, pendidikan komplek dari dunia sampai akhirat.

“Silahkan menyekolahkan anak-anaknya di RA, karena ini sekolah formal yang berciri khas agama. Anak juga diajarkan ajaran agama, mulai hapalan surat pendek, hadist dan masih banyak lainnya,”ujar Harris.

Sementara itu, Ketua IGRA Lubuklinggau H. Ansor Abdullah menyebutkan ratusan peserta yang mengikuti simulasi manasik haji tersebut berasal dari 30 RA di Kota Lubuklinggau dan beberapa RA dari Muratara.

Kemudian, rangkaian manasik haji yang diikuti anak-anak di mulai dari Arafah, Musdalifah, melontar jum’ roh, tahalul, selanjutnya melakukan tawaf dan sa’i.

“Kegiatan simulasi manasik haji ini adalah merupakan program rutin yang kita laksanakan setiap tahunnya untuk mengenalkan rukun Islam kelima pada anak tentang ibadah haji. Dengan harapan, nantinya ada keinginan dalam diri mereka beserta orangtua untuk naik haji,”tutupnya. (Nyt)