Sekda : Bukan “Prank”

LUBUKLINGGAU – Perihal tertundanya pembelajaran tatap muka hari ini, Senin (16/8/2021). Banyak masyarakat menilai Pemerintah Kota Lubuklinggau melakukan prank atau gurauan/lelucon.

Masyarakat merasa bingung, karena sebelumnya beredar surat edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau, berisi tentang tatap muka terbatas dilaksanakan hari ini.

Kekecewaan masyarakat, ditumpahkan dengan membuat status dimedia sosial seperti Facebook, dan WhatsApp. Seperti “kena prank lagi” Sudah beli baju, sepatu, tahu-tahunya tunda” dan masih banyak lainnya.

Saat ditanyai, apakah Pemerintah Kota melakukan prank. Sekda Lubuklinggau H A Rahman Sani ketika diwawancarai menyangkal hal itu.
“Bukan di prank,”tegas Sekda.

Lanjutnya, Walikota sudah menjelaskan, kalau tatap muka dilakukan secara bertahap dengan melihat peta situasi Covid-19 di wilayah masing-masing.

“Kita lihat per kecamatan, zonanya apa, apakah merah, orange atau hijau,  jadi kalau di salah satu kecamatan tidak zona merah, langsung dipersilahkan, kalau merah, ya ditunda dulu,”terangnya.

Sekda mengaku, Rabu akan melakukan rapat dengan Dinas Kesehatan untuk melihat peta wilayah yang aman untuk melakukan tatap muka terbatas.

Dalam kesempatan ini, Sekda membeberkan ada dua kecamatan yang dirasa aman untuk melakukan tatap muka terbatas yakni Kecamatan Lubuklinggau Utara 1 dan Lubuklinggau Selatan I.

Sementara sekolah yang bisa melaksanakan tatap muka yakni memiliki sarana prasarana protokol kesehatan yang lengkap, guru guru sekolah tersebut sudah divaksin dan orang tua murid menyetujui tatap muka. (b14ck)